KENALKAN, saya dodol
Dodol, itulah nama yang diberikan teman-temanku. Entahlah, darimana mereka mendapatkan ilham menjuluki nama yang bersumber dari makanan khas dari Garut. Padahal meski aku menyukai dodol, aku tidak makan dodol setiap hari. Namun berdasarkan pengamatan dari pergaulan saat ini, istilah dodol dapat diartikan sebagai sifat ketidakmampuan, kecerobohan, pelupa, dan macam-macam tergantung situasi saat itu. Entahlah, siapa yang memulai terlebih dahulu menggunakan istilah itu, tapi aku ingat persis siapa yang pertama kali memberikan istilah itu kepada diriku.
Imam Wicaksono, yang pertama kali memberikan istilah itu. Umurnya satu tahun di bawah aku. Aku mengenalnya mungkin sekitar satu tahun yang lalu, ketika dia akan menjadi penghuni baru di rumah jagal alias rumahnya ibu Sutiarman alias rumah yang saat ini menjadi tempat kosku. Anak-anak memang memberinya istilah rumah jagal karena siapa telat bayar ke ibu maka dalam hitungan hari dia harus pergi dari sana.
Intinya, tidak perlu repot2x mengetahui tentang aku, cukup panggil saja dengan dodol. Bukan karena aku merasa penting justru kebalikannya karena aku bukan siapa-siapa lebih banyak tidak pentingany daripada pentingnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar